TIU menguji penalaran verbal, numerik, dan figural. Pada SKD TA 2024, TIU terdiri atas 35 soal dengan skor benar 5 dan salah atau kosong 0. Mulailah dengan mengenali hubungan atau aturan dalam soal, lalu uji setiap jawaban terhadap informasi yang diberikan. Contoh di bawah melatih analogi, persentase, silogisme, susunan jadwal, dan pola gambar.
Materi TIU menurut regulasi resmi
TIU adalah salah satu dari tiga komponen Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) seleksi CPNS, bersama Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Materinya mencakup kemampuan verbal, numerik, dan figural.
SKD dikelola dengan CAT BKN, yaitu ujian berbasis komputer dari Badan Kepegawaian Negara. Ketentuan yang dirujuk panduan ini adalah KepmenPANRB 321/2024, yang berlaku untuk rekrutmen tahun anggaran 2024.
Menurut ketentuan itu, kemampuan verbal meliputi analogi kata, silogisme, dan penalaran analitis. Kemampuan numerik meliputi hitung sederhana, deret angka dan pola bilangan, perbandingan kuantitatif dua himpunan data, serta soal cerita yang menuntut analisis kuantitatif. Kemampuan figural meliputi analogi antargambar, ketidakserupaan gambar, dan pola gambar berseri.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas); Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 (KMS Manajemen ASN — KRX BKN) — Pasal 30–31 (pelaksanaan SKD dengan CAT BKN dan penentuan kelulusan) dan Pasal 45 (integrasi nilai SKD 40% dan SKB 60%)
Format SKD, skor, dan nilai ambang batas
Pada ketentuan TA 2024, 35 soal TIU berada dalam SKD berdurasi standar 100 menit. Nilai maksimum TIU adalah 175; tidak ada pembagian waktu TIU tersendiri dalam ketentuan tersebut.
Komposisi soalnya: TWK 30, TIU 35, dan TKP 45. Waktu pengerjaan 100 menit untuk pelamar umum, dan 130 menit bagi pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang mengikuti kebutuhan khusus. Sumber tidak membagi 100 menit itu per komponen, jadi kelola tempo Anda sendiri sepanjang sesi.
Nilai TIU benar adalah 5, sedangkan salah atau kosong 0. Untuk kebutuhan umum dan kebutuhan khusus putra/putri Kalimantan, batas TIU 80 harus dipenuhi bersama batas TWK dan TKP. Kategori khusus lain memiliki ketentuan berbeda, seperti diringkas berikut.
Memenuhi ambang batas belum menjamin SKB. Peringkat dan ketentuan seri pada batas tiga kali kebutuhan jabatan juga berlaku. Jika nilai TKP, TIU, dan TWK tetap sama pada batas tersebut, semua pelamar yang terikat seri diikutkan SKB.
- Kebutuhan umum dan putra/putri Kalimantan khusus: TWK minimal 65, TIU minimal 80, TKP minimal 166 (ketentuan rekrutmen 2024).
- Cum laude dan diaspora: total SKD minimal 311 DAN TIU minimal 85.
- Penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan putra/putri daerah tertinggal: total SKD minimal 286 DAN TIU minimal 60.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas); Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024 (KMS Manajemen ASN — KRX BKN) — Pasal 30–31 (pelaksanaan SKD dengan CAT BKN dan penentuan kelulusan) dan Pasal 45 (integrasi nilai SKD 40% dan SKB 60%)
Pilih langkah kerja menurut bentuk soal
Tentukan apa yang harus dicari: hubungan kata, simpulan, susunan yang memenuhi syarat, hasil hitungan, atau perubahan gambar. Pilih catatan bantu yang sesuai sebelum menghitung.
Pembagian resmi tetap verbal, numerik, dan figural. Di dalam kemampuan verbal, soal analogi meminta hubungan kata, silogisme meminta simpulan dari premis, dan analitis meminta pengolahan informasi. Ketiganya memerlukan cara mencatat yang berbeda.
| Bentuk latihan | Langkah pertama | Periksa kembali |
|---|---|---|
| Analogi verbal | Nyatakan hubungan dan arah pasangan kata | Apakah hubungan yang sama berlaku pada pilihan? |
| Silogisme | Catat semua/sebagian/tidak dan kelompoknya | Apakah simpulan memerlukan asumsi baru? |
| Analitis | Gambar posisi atau tabel kendala | Apakah setiap syarat terpenuhi? |
| Numerik | Tulis satuan, operasi, dan dasar persentase | Apakah angka dihitung dari dasar yang benar? |
| Figural | Periksa arah, jumlah, bentuk, dan posisi | Apakah aturan berlaku di setiap langkah? |
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Kemampuan verbal: relasi analogi, bukan asosiasi kata
Untuk analogi, rumuskan hubungan pasangan kata dan pertahankan urutannya. Pilihan yang sekadar berhubungan belum tentu memakai hubungan yang sama.
Pada pasangan keseluruhan dan bagian fisiknya, urutan penting. «Buku : halaman» berbeda dari «halaman : buku». Jika dua pilihan masih memenuhi rumusan Anda, periksa informasi lain dalam soal; jangan menambahkan pembeda yang tidak diberikan hanya untuk memaksakan satu jawaban.
Latihan mandiri
Lengkapi analogi berikut: tangan : jari = .... A. jari : tangan B. buku : halaman C. sekolah : guru D. pohon : hutan E. air : sungai
Lihat jawaban dan pembahasan
B. buku : halaman
Relasi tangan : jari adalah keseluruhan yang tersusun atas bagian tubuhnya. Buku tersusun atas halaman, jadi relasinya identik. A membalik urutan menjadi bagian-keseluruhan. C memakai relasi tempat dengan orang yang bekerja di sana; guru bukan penyusun fisik sekolah. D dan E terbalik: pohon adalah penyusun hutan dan air menyusun sungai, sehingga keduanya memakai urutan bagian-keseluruhan. Setelah relasi dirumuskan sebagai keseluruhan-ke-bagian, hanya B lolos pada uji seluruh pilihan.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Numerik: uji pola deret dan waspadai basis persen
Untuk deret, uji pola secara berurutan: selisih tetap, selisih berubah, rasio, lalu dua pola berselang-seling. Untuk persentase bertingkat, ingat bahwa tiap langkah persen dihitung dari basis yang berbeda.
Sebagai latihan pola sederhana, anggap selisih antarsuku bertambah satu setiap langkah. Deret 2, 3, 5, 8, 12, 17 memiliki selisih 1, 2, 3, 4, 5; dengan aturan itu selisih berikutnya 6 dan suku berikutnya 23. Tuliskan seluruh selisih, bukan hanya selisih dua suku pertama.
Pola berselang juga dapat dilatih: pada 3, 20, 6, 17, 9, 14, 12, ... posisi ganjil naik 3 dan posisi genap turun 3. Jika aturan dua jalur ini diteruskan, suku berikutnya 11. Deret pendek dapat cocok dengan lebih dari satu aturan; gunakan ketentuan dan pilihan soal, bukan klaim bahwa satu pola pasti unik.
Soal cerita persentase punya jebakan tersendiri: persen tidak dijumlahkan begitu saja karena setiap langkah memakai basis yang berbeda. Kenaikan 25% dihitung dari harga awal, tetapi penurunan 20% setelahnya dihitung dari harga yang sudah naik. Latihan di bawah menunjukkan konsekuensinya secara konkret.
Latihan mandiri
Harga sebuah barang 240. Harga naik 25%, lalu hasilnya diturunkan 20%. Berapa harga akhirnya? A. 228 B. 240 C. 252 D. 264 E. 288
Lihat jawaban dan pembahasan
B. 240
Langkah pertama: 25% dari 240 = 60, sehingga harga menjadi 240 + 60 = 300. Langkah kedua: 20% dihitung dari basis baru 300, yaitu 60, sehingga harga menjadi 300 − 60 = 240. Pilihan C (252) muncul bila Anda menggabungkan kedua langkah menjadi satu persen bersih +5% dari 240; itu salah karena penurunan 20% memakai basis 300, bukan 240. Pada kasus ini kedua langkah kebetulan saling menghapus karena 60 adalah 25% dari 240 sekaligus 20% dari 300 — jangan menggeneralisasi bahwa naik lalu turun selalu kembali ke harga awal.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Silogisme: simpulan pasti, bukan simpulan masuk akal
Tulis setiap premis dengan kuantornya, cocokkan istilah yang sama, dan terima hanya simpulan yang pasti benar. Pilihan yang masuk akal tetapi menambah asumsi bukan jawaban yang sah.
Bedakan «semua A adalah B» dari «sebagian A adalah B». Pernyataan semua A berada dalam B tidak dengan sendirinya memastikan ada anggota A. Sebaliknya, pernyataan sebagian A adalah B memastikan setidaknya ada satu anggota irisan itu. Karena itu, jangan mengubah «semua» menjadi «sebagian» tanpa dasar keberadaan.
Jangan pula menganggap dua kelompok yang sama-sama berada dalam kelompok besar pasti beririsan. Dari semua peserta membawa kartu identitas dan sebagian pembawa kartu identitas adalah mahasiswa, belum tentu ada mahasiswa yang menjadi peserta. Gunakan hanya hubungan yang dijamin oleh premis.
Latihan mandiri
Latihan original. Premis: semua peserta pelatihan telah mengikuti orientasi. Sebagian peserta pelatihan adalah auditor. Simpulan mana yang pasti benar? A. Semua auditor adalah peserta pelatihan. B. Sebagian auditor telah mengikuti orientasi. C. Semua yang mengikuti orientasi adalah auditor. D. Tidak ada auditor yang mengikuti orientasi. E. Sebagian peserta pelatihan belum mengikuti orientasi.
Lihat jawaban dan pembahasan
B. Sebagian auditor telah mengikuti orientasi.
Premis kedua memastikan ada peserta yang juga auditor. Premis pertama berlaku bagi setiap peserta, termasuk auditor tersebut, sehingga mereka telah mengikuti orientasi. A dan C memperluas hubungan menjadi semua tanpa dasar. D bertentangan dengan adanya auditor peserta yang mengikuti orientasi. E bertentangan dengan premis pertama. Simpulan B tidak memerlukan asumsi keberadaan tambahan.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Soal analitis: bangun tabel kendala sebelum menyentuh pilihan
Soal analitis memberi fakta dan kendala yang saling mengunci. Kerjakan dengan tabel atau garis waktu, evaluasi satu kendala demi satu, lalu gunakan pilihan jawaban untuk memverifikasi susunan yang sudah Anda bangun.
Tuliskan setiap kendala dan tandai blok yang harus berurutan. Setelah itu, uji apakah sebuah pilihan mungkin, wajib, atau mustahil. Ketiga jenis pertanyaan berbeda: satu susunan contoh cukup untuk membuktikan mungkin, tetapi tidak cukup untuk membuktikan pasti.
Latihan mandiri
Latihan original. Lima pegawai A, B, C, D, E mengikuti wawancara dari Senin sampai Jumat, satu orang per hari. A sebelum C; B tepat sehari setelah A; D bukan Jumat; E bukan Senin. Siapa saja yang mungkin dijadwalkan pada Jumat? A. A saja. B. B dan D. C. C dan E. D. A, C, dan E. E. Semua pegawai.
Lihat jawaban dan pembahasan
C. C dan E.
A tidak bisa Jumat karena harus sebelum C dan diikuti B. B juga tidak bisa Jumat: bila B Jumat, A Kamis, sehingga tidak ada hari tersisa untuk C setelah A. D dilarang Jumat secara langsung. C mungkin Jumat, misalnya urutan A-B-D-E-C. E juga mungkin Jumat, misalnya A-B-C-D-E. Kedua urutan memenuhi semua syarat, sehingga tepat C dan E yang mungkin di Jumat.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Figural: ikuti perubahan yang ditentukan
Bandingkan atribut gambar seperti arah, jumlah, bentuk, dan posisi. Terapkan aturan yang sama pada seluruh rangkaian atau pasangan, bukan hanya pada dua gambar pertama.
Materi resmi figural mencakup analogi, ketidaksamaan, dan serial gambar. Pada analogi, pindahkan hubungan dari pasangan pertama ke pasangan lain. Pada ketidaksamaan, cari atribut yang membedakan satu gambar. Pada serial, ikuti pola perubahan dari satu gambar ke berikutnya.
Latihan mandiri
Latihan original: setiap langkah memutar panah 90° searah jarum jam. Tiga gambar pertama adalah ↑, →, ↓. Gambar keempat adalah: A. ↑ B. → C. ← D. ↓ E. ↗
Lihat jawaban dan pembahasan
C. ← (panah menghadap kiri)
C benar. Rotasi 90° searah jarum jam membawa ↑ ke →, lalu ↓, lalu ←. D tidak memutar panah ketiga; A dan B memerlukan putaran berbeda; E mengarah diagonal. Aturan sudah dinyatakan dalam soal, sehingga jawaban tidak bergantung pada tebakan pola dari tiga gambar saja.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Catat kesalahan untuk menentukan latihan berikutnya
Nilai latihan dari penyebab kesalahan: salah membaca hubungan, menambah asumsi, melewatkan kendala, atau salah menghitung. Pilih latihan berikutnya berdasarkan sebab itu.
Sesudah mengerjakan soal, tulis langkah pertama Anda dan bandingkan dengan pembahasan. Pada silogisme, garis bawahi kata semua atau sebagian. Pada persentase, tulis dasar hitungan tiap tahap. Pada jadwal, periksa kembali semua kendala terhadap susunan akhir.
Mulailah tanpa batas waktu agar cara kerja benar. Lalu gunakan latihan campuran dengan waktu yang Anda catat sendiri. Jika jawaban salah karena premis terlewat, mempercepat hitungan tidak memperbaikinya: ulangi latihan membaca premis. Tidak ada jumlah latihan pendek yang menjamin kelulusan.
Sumber resmi yang dirujuk: KepmenPANRB 321/2024 — SKD CPNS content and thresholds — Halaman 3–7, keputusan mengenai SKD (materi, durasi, jumlah soal, skoring, ambang batas)
Sumber resmi yang dirujuk
Fakta ujian diperiksa:
